CV Sukses Sekawan Garap Pelabuhan RORO Rp1,93 Miliar, Kualitas Konstruksi Jadi Taruhan
Pegang Proyek Sensitif Pelabuhan RORO Rp1,93 Miliar, CV Sukses Sekawan Dituntut Tak Asal Las dan Cat Tulangan Baja
POJOKJAMBI.ID – Proyek pembangunan dan peningkatan fasilitas Pelabuhan RORO dengan nilai kontrak sekitar Rp1,93 miliar menjadi pekerjaan yang tidak bisa dianggap biasa. Selain menyangkut infrastruktur strategis daerah, proyek ini juga berkaitan langsung dengan aspek keselamatan publik dan kelancaran transportasi penyeberangan.
Karena itu, pelaksana pekerjaan, CV Sukses Sekawan, dituntut menjalankan seluruh tahapan konstruksi sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Mulai dari pekerjaan pengelasan hingga pengecatan tulangan baja harus dilakukan secara profesional dan memenuhi standar mutu konstruksi.
Pelabuhan RORO merupakan infrastruktur vital yang menopang konektivitas antarwilayah serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Kesalahan sekecil apa pun dalam pelaksanaan pekerjaan berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kualitas bangunan maupun keselamatan pengguna fasilitas.
Salah satu pekerjaan yang menjadi sorotan adalah pengelasan tulangan baja. Dalam pekerjaan konstruksi, sambungan las yang tidak memenuhi standar dapat mengurangi kekuatan struktur dan mempercepat kerusakan bangunan. Karena itu, proses pengelasan harus dilakukan oleh tenaga yang kompeten dengan memperhatikan spesifikasi teknis yang berlaku.
Selain pengelasan, pekerjaan pengecatan baja juga memiliki peran penting. Lapisan cat berfungsi melindungi baja dari korosi akibat paparan udara laut yang memiliki tingkat kelembaban dan kadar garam tinggi. Jika pekerjaan ini dilakukan asal-asalan, risiko karat dan penurunan umur konstruksi akan meningkat.
Pengamat konstruksi menilai proyek-proyek pelabuhan termasuk kategori pekerjaan berisiko tinggi karena berada pada lingkungan yang agresif terhadap material bangunan. Oleh sebab itu, pengawasan terhadap mutu pekerjaan harus dilakukan secara ketat sejak awal hingga proyek selesai.
CV Sukses Sekawan diharapkan mampu menunjukkan profesionalisme dalam pelaksanaan proyek tersebut dengan mengutamakan kualitas pekerjaan, keselamatan kerja, serta kepatuhan terhadap spesifikasi kontrak.
“Pelabuhan RORO bukan sekadar bangunan fisik, tetapi fasilitas publik yang akan digunakan masyarakat dalam jangka panjang. Karena itu kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas utama,” ujar salah satu sumber yang mengikuti perkembangan proyek.
Dengan nilai proyek yang mencapai hampir Rp2 miliar, publik berharap pekerjaan yang dilaksanakan benar-benar menghasilkan konstruksi yang kuat, aman, dan memiliki daya tahan tinggi sehingga mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan daerah.
PojokJambi.id “Mengawal Pembangunan, Menjaga Kepentingan Publik”







