POJOKJAMBI.ID
Beranda Daerah Kota Jambi Ratusan Warga Tolak Pembangunan Stokpile Batubara Oleh PT. SAS di Aur Kenali

Ratusan Warga Tolak Pembangunan Stokpile Batubara Oleh PT. SAS di Aur Kenali

Jambi, Pojokjambi.id – Ratusan warga dari Kelurahan Aur Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, dan Desa Mendalo Darat, Kecamatan Jambi Luar Kota, menggelar aksi besar-besaran menolak pembangunan stockpile batubara milik PT. Sinar Anugrah Sentosa (SAS), anak perusahaan dari RMKE Group.

Aksi protes berlangsung Di depan kantor Balai Wilayah Sungai Sumatra IV Jalan Lintas Timur, yang menutup jalur utama yang menghubungkan Kota Jambi dengan provinsi-provinsi lainnya di Pulau Sumatra, “Sabtu (13/09/2025).

Aksi ini digalang oleh Barisan Perjuangan Rakyat (BPR) bersama warga terdampak, dan didukung penuh oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jambi.

Warga menilai pembangunan fasilitas industri tersebut merampas ruang hidup, mengancam kesehatan, serta membahayakan keselamatan lingkungan, karena lokasi stockpile berada tepat di tengah kawasan permukiman padat, bukan di wilayah industri.

Pelanggaran Tata Ruang dan Aturan Lingkungan

Direktur WALHI Jambi, Oscar Anugrah, menyampaikan bahwa pembangunan stockpile tersebut telah melanggar berbagai regulasi, termasuk Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Ini adalah pelanggaran terhadap tata ruang dan bentuk pembangkangan terhadap hukum daerah. Negara seharusnya hadir melindungi rakyat, bukan tunduk pada kepentingan segelintir korporasi,” tegas Oscar.

Selain itu, pembangunan stockpile ini bertentangan dengan Peraturan Daerah Kota Jambi Nomor 5 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang melarang aktivitas industri berat di wilayah pemukiman.

Desakan Terhadap Pemerintah Daerah

Dalam orasi yang bergema di sepanjang jalan, warga mendesak Gubernur Jambi, Al Haris, untuk hadir langsung dan berdialog terbuka dengan masyarakat. Mereka juga meminta Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemkot Jambi segera menghentikan seluruh aktivitas PT. SAS.

“Pembangunan yang tidak melibatkan rakyat bukanlah pembangunan, melainkan perampasan,” ujar Oscar di hadapan massa aksi.

Warga menegaskan bahwa perjuangan ini adalah bentuk nyata dari upaya mempertahankan ruang hidup, kesehatan, dan masa depan generasi mendatang.

“Tidak ada pembangunan yang sah apabila dibangun di atas penderitaan rakyat dan kehancuran lingkungan,” tegas warga dalam orasinya.

Sampai Saat berita ini diterbitkan, Aksi Masih Berlangsung.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan