POJOKJAMBI.ID
Beranda Pendidikan Perkuat Budaya Aman di Lingkungan Keluarga, Edukasi Pencegahan Kebakaran Digencarkan

Perkuat Budaya Aman di Lingkungan Keluarga, Edukasi Pencegahan Kebakaran Digencarkan

Upaya pencegahan kebakaran terus diperkuat melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi bahaya kebakaran yang menyasar anak usia dini serta ibu-ibu rumah tangga. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun budaya sadar keselamatan sejak lingkungan keluarga sebagai garda terdepan pencegahan kebakaran.

Melalui pendekatan edukatif dan komunikatif, anak-anak diperkenalkan pada bahaya api, larangan bermain api, serta cara sederhana menyelamatkan diri apabila terjadi kebakaran. Sementara itu, ibu rumah tangga dibekali pemahaman tentang potensi kebakaran yang sering terjadi di rumah, seperti akibat penggunaan kompor gas, korsleting listrik, serta penyimpanan bahan mudah terbakar.

Kegiatan edukasi dan sosialisasi bahaya kebakaran ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran, Zulkifli, SE. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa upaya pencegahan kebakaran harus dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, dimulai dari lingkungan keluarga.

“Pencegahan kebakaran tidak hanya menjadi tugas petugas pemadam, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Melalui edukasi sejak dini dan penguatan peran ibu rumah tangga, kita membangun fondasi keselamatan yang kuat dari rumah,” ujar Zulkifli.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan edukasi seperti ini merupakan bagian dari komitmen Dinas Pemadam Kebakaran dalam menekan angka kebakaran di permukiman serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bahaya kebakaran.

Kasi SDM dan Sosialisasi, Agus Salim, SE, menegaskan bahwa edukasi pencegahan kebakaran harus dimulai sejak usia dini dan melibatkan peran aktif keluarga.

“Kesadaran akan bahaya kebakaran tidak bisa muncul secara instan. Anak-anak dan ibu rumah tangga perlu dibekali pengetahuan yang benar agar mampu menerapkan perilaku aman dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Agus Salim.

Ia menjelaskan, metode penyampaian materi disesuaikan dengan karakter peserta agar mudah dipahami dan dapat diterapkan secara langsung di lingkungan rumah.

Sementara itu, Kabid Pencegahan Wanwan Irawan, S.St.IS., MM, menyampaikan bahwa sebagian besar kejadian kebakaran di permukiman disebabkan oleh kelalaian yang sebenarnya dapat dicegah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa pencegahan kebakaran dimulai dari rumah. Ibu rumah tangga memiliki peran strategis dalam memastikan keamanan keluarga dan lingkungan sekitarnya,” jelas Wanwan Irawan.

Menurutnya, peningkatan pemahaman masyarakat terhadap potensi bahaya kebakaran akan berdampak langsung pada penurunan risiko kebakaran serta meminimalkan korban jiwa dan kerugian materi.

Kegiatan edukasi dan sosialisasi ini mendapat respons positif dari para peserta. Selain menambah wawasan, peserta juga merasa lebih percaya diri dalam menghadapi potensi kebakaran di lingkungan rumah tangga. Ke depan, program serupa akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pencegahan kebakaran berbasis masyarakat.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan