Rapat Pleno dan Rakernas SPI 2026 Resmi Ditutup, Target 20 Ribu Basis Petani Jadi Fokus Utama
Bogor – Rapat Pleno dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Serikat Petani Indonesia (SPI) resmi ditutup pada Sabtu, 25 Januari 2026, setelah digelar selama dua hari sejak 23 Januari 2026 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Nasional DPP SPI, Bogor, Jawa Barat.
Rapat Pleno dihadiri oleh Ketua Umum dan seluruh Pengurus Badan Pelaksana Pusat (BPP) SPI, serta Ketua dan Anggota Majelis Nasional SPI. Dalam forum ini, peserta secara resmi mengesahkan Program Kerja DPP SPI Tahun 2026.
Sementara itu, Rakernas SPI diikuti oleh Ketua DPW SPI dari 30 provinsi serta sejumlah Ketua DPC SPI sebagai peninjau. Kedua agenda tersebut membahas secara mendalam rencana kerja DPP dan DPW SPI untuk tahun 2026, yang disusun melalui sinergi program kerja daerah dan nasional.
Salah satu target besar hasil Rakernas adalah pembentukan 20.000 basis SPI di desa-desa secara nasional. Setiap basis SPI diwajibkan mendirikan Koperasi Petani Indonesia (KPI) sebagai instrumen utama peningkatan kesejahteraan anggota. Program ini menjadi bagian dari tahapan kerja lima tahun SPI sesuai keputusan Kongres SPI Tahun 2025.
Ketua DPW SPI Provinsi Jambi, Sarwadi, yang juga bertindak sebagai ketua delegasi SPI Jambi, menyampaikan bahwa penguatan basis SPI di desa-desa juga menjadi bagian dari persiapan menyongsong Pemilu 2029. Ia menegaskan, SPI merupakan salah satu organisasi inisiator pendiri Partai Buruh, bersama berbagai organisasi gerakan buruh, rakyat, dan perempuan.
Rakernas SPI 2026 juga diikuti oleh 8 DPC SPI se-Provinsi Jambi, di antaranya Sarif (Ketua DPC SPI Muaro Jambi), M. Tohar Sembiring (Ketua DPC SPI Batanghari), Ridhawansyah (Ketua Partai Buruh Kota Jambi sekaligus kader SPI), Muhammad Zen (Ketua DPC SPI Merangin), Agung SP (Sekretaris DPW SPI dan penerima mandat SPI Tanjung Jabung Timur), Nilawati (Wakil Ketua MWP SPI Jambi), serta perwakilan SPI Kota Sungai Penuh.
SPI Jambi menegaskan komitmennya untuk melaksanakan seluruh keputusan Pleno dan Rakernas sebagai kerja harian, terutama dalam membela dan mengadvokasi petani agar memperoleh kesejahteraan yang layak.
Sebagai organisasi massa petani, SPI telah konsisten membersamai kaum tani selama 27 tahun, sejak didirikan pada 8 Juli 1998. SPI berkomitmen terus berada di garis depan dalam memperjuangkan hak-hak petani, buruh, nelayan, dan masyarakat kecil lainnya.
Ke depan, SPI juga merencanakan penandatanganan kerja sama antara Menteri Koperasi dan Ketua Umum SPI terkait penguatan Koperasi Petani Indonesia (KPI) dan Koperasi Merah Putih, sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi kerakyatan.






