Banjir Terparah 10 Tahun Terakhir Rendam 8 Desa di Tanjung Jabung Timur
Tanjung Jabung Timur – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Provinsi Jambi sejak Kamis (8/1/2026) menyebabkan sejumlah aliran sungai di Kabupaten Tanjung Jabung Timur meluap. Akibatnya, sedikitnya delapan desa di dua kecamatan terendam banjir cukup parah.
Berdasarkan pantauan Tim Bakti Tanjung Jabung Timur, desa-desa terdampak tersebut merupakan basis Serikat Petani Indonesia (SPI), yakni:
- Kecamatan Geragai: Desa Pandan Sejahtera, Desa Pandan Makmur, Desa Suka Maju, Desa Rantau Karya, Desa Kota Baru.
- Kecamatan Dendang: Desa Catur Rahayu, Desa Koto Kandis Dendang, Desa Sidomukti.
Ketinggian air di beberapa lokasi dilaporkan mencapai 30 hingga 50 sentimeter. Warga menyebut banjir kali ini sebagai yang terparah dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir.
Situasi semakin mengkhawatirkan, khususnya di Kecamatan Dendang, karena wilayah tersebut dikenal memiliki populasi buaya yang cukup banyak dan sering naik ke area permukiman saat banjir.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait jumlah kerugian akibat banjir. Namun, Ngatimin, salah satu kader Partai Buruh di Tanjung Jabung Timur, melaporkan sekitar 200 kepala keluarga di Desa Suka Maju terdampak dan sangat membutuhkan bantuan, terutama bahan makanan.
SPI dan Partai Buruh menyatakan akan membawa laporan tersebut ke BNPB Provinsi Jambi serta mulai menggalang donasi dari anggota SPI dan Partai Buruh di seluruh Provinsi Jambi.
Ketua Partai Buruh Provinsi Jambi, Sarif, menghimbau seluruh kader, pengurus, dan anggota Partai Buruh serta SPI untuk aktif menggalang donasi di wilayah masing-masing.
“Kami mengajak seluruh kader dan anggota untuk bergotong royong membantu saudara-saudara kita di Tanjung Jabung Timur. Kepada pengurus EXCO Partai Buruh Tanjung Jabung Timur juga diminta segera membentuk posko bantuan,” ujarnya.


